Karena Lapar jam 2 Pagi, Tiket Ilang

Jarum jam sudah menunjukan pukul 20.30 WIB. Kami berdua turun dari becak kemudian nyari tempat duduk di ruang tunggu. Mas Indra, senior saya dari Ciamis, sudah nyampe duluan. Kami salaman dulu dan ngobrol ngalor ngidul sebentar. Mas Indra berangkat jam 23.00, dua jam lebih lama dari pemberangkatan kami.

Tak terasa sudah 30 menit kami mengobrol. Saya dan Irfan berpamitan untuk masuk ke ruang pemeriksaan yang selanjutnya akan menugggu di dalam stasiun. Petugas meminta KTP dan tiket saya. Setelah cocok, mereka mempersilakan saya untuk masuk ke tempat pemberangkatan.

Terasa lebih nyaman naik moda angkutan Kereta Api akhir-akhir ini. Di bawah komando pak Jonan, PT. KAI sebagai BUMN, telah bertransformasi ke arah yang lebih baik. Mulai dari penertiban tiket sampai perawatan stasiun dan kereta api. Dulu tidak ada nama dan no KTP pada tiket, sekarang ada. Calo pun menganggur. Dulu mau masuk ke ruang pemberangkatan tidak ada pemeriksaan KTP, sekarang ada. Dulu banyak pedagang asongan di dalam kereta, sekarang tidak ada. Dulu cukup nyaman naik kereta api, sekarang super nyaman naik kereta api. Pokoknya enak kalo naik kereta api sekarang ini..

Kereta Malabar pun datang sesuai jadwal. Kami masuk ke gerbong bisnis dan mencari tempat duduk. Setelah nyaman duduk, kami mengobrol sebentar sambil menunggu rasa kantuk. Sejam dua jam waktu pun bergulir. Rasa kantuk pun mulai menyerang. Sungguh tak enak kalau tidur di kursi. Kami pun sudah berbagai gaya tidur dipraktekkan, namun tetap saja tidak nyaman.

Setelah melihat keluarga kecil di samping kursi kami yang tidur lelap, akhirnya saya putuskan saya tidur di bawah sedangkan irfan tidur di kursi. Ceritanya mencontoh keluarga kecil di samping. Dengan dialasi dua bantal yang empuk akhirnya saya pun terlelap sampai jam menunjukan angka 02.00 pagi. Sejam lagi sebelum kita nyampe di stasiun Solo Balapan.

Tak disangka, alarm tubuh saya berbunyi. Krubuk krubuk krubuk..dengan diiringi perih di perut. Kemudian menyampaikan pesan ke Otak untuk berkata, “duh lapar..harus cari makanan nih”.

Saya bangun, duduk sebentar lalu beranjak ke restorasi. Tiket jatuh dari saku jaket. Saya mengambilnya, memasukan lagi ke saku kemudian beranjak ke Restorasi. Saya memesan nasi goreng dan teh hangat. Pelayan pun dengan sigap melayani saya.

Beberapa lama kemudian hidangan nasgor sudah siap di meja. Nasgor, daging ayam dan telor ceplok menantang saya. Saya langsung mengiyakan tantangan nya. Diiiringi suara bising mesin lokomotif dan udara yang dingin, saya lahap nasgor cs sampai habis. Alhamdulillah..cukup lumayan rasanya namun harganya mahal. 1 porsi nasgor ditambah teh hangat dan sebotol air mineral saya tebus Rp.35.000. Agak mahal sih, tapi gapapa lah yang penting saya tidak lapar.

Setelah acara makan di restorasi selesai, saya kembali lagi ke kursi. Irfan bangun lalu saya ngasih dia air mineral. Lumayan buat ngebasahin tenggorokan.

Setelah merenung beberapa detik koq perasaan gak enak. Saya tidak hiraukan perasaan itu. Tapi koq semakin menjadi-jadi. Saya periksa saku ..lalu kami pun panik. Saya dan irfan panik sendiri. Maklum kami dari dulu terkenal pelupa. Semua saku sudah di periksa namun tetap tidak ada. Irfan berusaha menenangkan diri, “tenang aja kita bisa cetak ulang di stasiun”.

Pukul 03.15 kami sampai di Stasiun Solo Balapan. Kami turun langsung ke bagian Tiket. Irfan menerangkan kronologi nya. Petugas menjawab, “maaf mas tiket tidak bisa dicetak ulang”. Waduh..ongkos berangkat terancam tidak diganti oleh kantor nih.

Solo, 22 Oktober 2014 pukul 03.20 sedang kebingungan nyari penginapan

Pesan:

Simpan hati-hati tiket keberangkatan, karena dapat dijadikan bukti buat penggantian (kalo perjalanan dinas). Diusahakan jangan laper malam-malam saat naik kerata karena risiko nya lebih gede hehe

Advertisements

Istriku Bisa Menjahit

Besok saya ada acara dinas ke Solo. Saya akan mewakili kantor untuk kegiatan workshop KI. Lama acara 3 hari dengan lokasi di Hotel Lorin Solo.

Tiket sudah dipegang. Saya akan berangkat dari Stasiun Tasikmalaya naik KA Malabar Bandung-Malang pada pukul 21.00 WIB. Tinggal acara packing yang belum kelar.

Saya menyiapkan beberapa baju dan celana selama keperluan disana. Naas memang celana abu-abu kesukaan saya rusak di bagian bawah resleting. Entah kenapa, letak kerusakan pada celana saya rata-rata di lokasi yang sama. Padahal gerakan saya tidak selincah Yamaha Mio atau gagah bak binaraga. Yah mungkin memang nasib ku rusak celana berkali-kali, padahal berat badanku cuman 40 kg lebih (gak tahu lebih nya berapa).

Istri memahami kegalauan saya. Terus dia menawarkan untuk menjahit celana saya. “Sini biar bunda jahit celana nya..”,dia meminta. “Emang bunda bisa gitu?”, saya sedikit meledek. Langsung saja celana yang saya pegang direbutnya dengan sedikit manyun. Dengan sigap istriku memainkan jarum dan benang.

Beberapa saat kemudian, celana pun sudah rapi dijahit. Lumayan untuk pemula, cukup rapi tapi jahitan nya kuat. Saya pun mencobanya, dan langsung berterima kasih karena telah memperbaiki celana kesayangan. Ternyata istira saya kreatif juga nih, cium pun melayang di pipi istri (Cuit wiw..ngomporin yang belum nikah nih ceritanya..hihihi).

Semua pakaian sudah dimasukin tas. Baju, celana, alquran, peralatan mandi dan buku sudah masuk rapi. Saya cek sekali lagi takut ada yang ketinggalan. Alhamdulilah semua sudah fixed lalu saya berangkat dari rumah jam 14.15 WIB.

Saya pun berangkat maniki motor kesayangan diiringi doa dan senyuman oleh anak dan istri. Tidak lupa saya bersyukur mempunyai istri yang bisa menjahit dan memasak.

Garut, 21 Oktober 2014 diiringi cuaca mendung

Selamat Ulang Tahun Anakku, Fadhlan

Hari ini, Kamis 17 Juli 2014, tepat anakku berulang tahun yang ke-2. Walaupun Cuaca agak mendung tapi besar harapan kami supaya tidak hujan. persiapan acara sudah mulai dilaksanakan dari tadi malam. Saya dan istri membungkus snack untuk acara. Sedangkan kue sudah dipesan dua hari yang lalu.

Rencananya kita akan mengundang anak-anak sepermainan di sekitaran rumah.Sekitar 50 anak telah diundang untuk hadir di acara jam 3 sore nanti. Acaranya tidak mewah cuman tiup lilin,games, lalu anak-anak dikasih nasi tumpeng dan snack.

Acara pun dimulai pada jam 3 sore. Satu per satu ibu dan anak berdatangan ke rumah. Anak-anak masuk ke rumah sedangkan ibu nya menunggu di luar. Ada juga ibu-ibu yang masuk mendampingi anaknya di dalam.
Semua sudah siap, dekorasi, musik, kue dan makanan pun sudah siap. Hanya satu yang belum siap yaitu MC. Karena mepet maka diputuskan lah guru ngaji anak-anak di belakang rumah sebagai MC. Walaupun agak canggung dengan acara beginian, tapi MC dadakan itu cukup bisa menghidupkan suasana. Anak-anak terlihat ceria dan ramai mengikuti acara.

Rangkaian acara ditutup dengan doa setelah acara games dan tiup lilin. Semua hadirin terlihat khusyu mengaminkan doa. Setelah berdoa, anak-anak menyalami Fadhlan terus mengucapkan “selamat ulang tahun ya kakak.” Dengan singkat nya fadhlan menjawab,”nya..(terjemahan:ya)”,sambil nyengir memamerkan gigi kelinci nya yang agak kuning.

Satu per satu anak-anak pulang. Di pintu istriku menyalami sambil mengasihkan nasi tumpeng dan snack. Walaupun sederhana, kecerian anak-anak dan senyumnya mereka sungguh tak dapat dinilai dengan uang.
Sebenarnya acara ini adalah bentuk syukur ku kepada-Mu. Karena alhamdulillah sampai detik ini anakku dikaruniai kesehatan,keceriaan dan kegembiraan.

Ayah bersyukur dapat mendampingimu berulang tahun.
Ayah nikmati keceriaan mu.. dan semoga kedepannya ayah bisa mendampingi juga.
Selamat ulang tahun anakku…
Semoga kamu dapat lebih baik dari orang tuamu.

Sebelum Jumatan , 20 Ramadhan 1435 H

Alhamdulillah, Akhirnya Saya Bisa Mengemudikan Mobil Dinas

Judul nya memang seperti orang yang putus asa kah?. Jawaban nya bisa iya bisa tidak. Iya karena saya baru mematahkan ketidak pedean saya mengemudikan mobil dinas. Sedangkan tidaknya karena ketentuan membawa mobil dinas di kantor saya tidak sehoror judul di atas.

Selasa, 24 Juni 2014 adalah kali pertama saya mengemudikan mobil dinas dengan rute lebih dari 10 km. Lucu memang kenapa prestasi seperti itu sampai harus heboh segala. Tapi ya buat hiburan sih gapapa saya ceritain di blog ini.

Awalnya bermula dari ketidak pedean memakai mobil plat merah. Konsekuensi yang membebani jikalau ada kejadian,baik itu kerusakan atau kehilangan, bisa memusingkan kepala. Bahkan karir pun bisa jadi terhambat.

“Wan besok kita ke lapangan, kamu bisa nyetir kan?” tanya atasan saya sehari sebelum berangkat.

“Siap bu..insya allah saya bisa!” dengan nada yang yakin walaupun dalam hati khawatir. Masalah bisa atau enggaknya pikir belakangan aja.

Selasa pagi itu hujan gerimis. Lengkap sudah nih pikirku. Suasana pagi yang dingin dengan tangan gemetaran. Tapi pikiran itu saya tepis dengan berdoa semoga selamat sampai tujuan dan kembali lagi ke kantor.

Kami bertiga meluncur ke parkiran. Mencari mobil dinas ber plat 309 lalu masuk kemudian menyalakan mesin. Saya berdoa sebentar sambil menunggu mesin panas. Hujan pun masih turun. Bismillahirahmanirrahim, kami pun berangkat dari kantor dengan jarum jam menunjukkan pukul 09.00

Tak berapa jauh dari kantor kejadian menarik pun menghiasi perjalanan kami. Walaupun sudah memiliki jam terbang selama setahun dengan mobil avanza, saya pun telat mengoper perseneling. Dengan tenang saya pun meyakin kan penumpang. “Lagi penyesuaian bu hehehe,” dengan cengengesan aku meyakinkan atasan. Alhamdulilah atasan nya memaklumi.

Kejadian lucu pun tidak satu kali. Saat mengisi solar di pom bensin, saya kebingungan mencari tombol pembuka klep. Akhirnya say nelpon temen di kantor dan tombol pun saya temukan. Tapi suara ketawa temen di seberang telpon tidak bisa diredam. Hahaha

Sehabis mengisi solar, saya menjalankan dengan penuh hati-hati, kalaupun tidak mau dicap penakut. Lebar jalan yang agak sempit disertai andong yang menghalangi. Walaupun banyak pemandangan yang menyegarkan mata tapi tidak bisa merayu mata saya. Walaupun pemandangan hamparan sawahnya mengalahkan Ubud Bali tidak bisa mempengaruhi saya. Bukan selera saya tinggi terhadap pemandangan alam tetapi keharusan saya konsentrasi mengemudi. Duh sedihnya..

Jam 10.15 kita sampai ditujuan. Salah satu toko pupuk di kecamatan Selaawi Kab.Garut tujuan kami. Setelah ketemu dengan pemilik, kita mengadakan wawancara terkait kepuasan layanan kantor kami. Panjang lebar obrolan kami mewarnai kunjungan itu. Setelah pamitan kita meluncur kembali ke kantor.

Perjalanan pulang terasa cepat. Mungkin karena saya sudah hapal rute atau sudah menguasai mobil ini. Kecepatan pun saya tambah dibanding waktu berangkat. Pemandangan ‘Ubud’ yang tadi terlewati, saya nikmatin sepuasnya. Kalaupun tidak malu dengan umur saya mau selfie dengan latar pemandangan itu. Berhubung waktu yang mepet, saya memacu kendaraaan ke kantor.

Akhirnya saya bisa dan pede mengemudikan mobil dinas.

Sore hari sebelum Ramadhan 2014

Dunia Prasangka

Sore hari diiringi hujan deras, berjalanlah sepasang suami istri yang sudah berumur.Suami membawa cangkul dan istrinya membawa tempat makanan. Mereka berjalan bergandengan. Sepertinya mereka baru pulang dari sawah. Tak lama kemudian lewatlah sebuah sepeda motor yang dinaiki oleh sepasang suami istri. “Lihatlah bu motor itu, sepertinya enak ya kalau kita punya motor, ga perlu lama-lama jalan kaki kalau mau pulang dari sawah,”kata si petani. Si ibu pun mengiyakan suaminya.

Sepeda motor pun melaju melawan derasnya hujan. Mereka bergegas karena jas hujan ketinggalan di rumah. Tak lama kemudian mereka disalip oleh mobil Avanza. Pengemudi motor pun berujar pada istrinya,”Enak ya bu kalau punya mobil, kita ga perlu repot gini kalau kehujanan.” Istrinya pun mengiyakan suaminya.

Avanza putih yang menyalip motor pun meninggalkan mereka di belakang. Avanza dinaiki oleh keluarga muda yang habis pulang tamasya. Mereka pun asyik menikmati derasnya hujan di dalam mobil Avanza. Sedang asyik bercengkerama, mereka berpapasan dengan mobil Mercy. Sang ayah yang mengemudikan mobil berujar pada istrinya,”Bun enak ya kalau kita punya mobil Mercy, sepertinya kita lebih nyaman dan dipandang kalau tamasya pakai mercy.” Istrinya mengangguk tanda setuju.

Mobil mercy pun dengan elegan berjalan menyususri jalan. Tak disangsikan lagi gengsi dan kenyamanan mobil ini. Mobil Mercy yang dikemudikan oleh sepasang suami istri yang berkarir. Mereka kelihatan sudah mapan tapi belum mempunyai anak, walaupun mereka sangat merindukan kehadiran nya. Sambil berbincang, sang suami termenung setelah melihat sepasang suami istri petani yang jalan bergandengan di bawah deras nya hujan.”Romantis sekali mereka,sudah tua masih berjalan bergandengan”,sedangkan aku menghabiskan waktu berdua saja harus ngajuin cuti.”pikirnya. Ah tapi tak diungkapkan kepada istrinya karena mereka sedang dalam masa sidang perceraian.

Dunia ini hanya sawang sinawang. Bersyukurlah dengan apa yang ada. Tuhan pun akan menambah nikmat-Nya. Itu janji Tuhan yang pasti.

Salam syukur..

Jumat sore sebelum pulang kantor, Garut 27 Juni 2014

Jam 02.15 dan Kekalahan Spanyol

Malam tadi saya terbangun karena tangisan si kakak. Seperti biasa dia minta mimi. Udah saya buatin terus dikasih kemudian dia tidur lagi. Saya tarik selimut lagi berhubung jam masih menunjukkan angka 02.15. Ingat ada pertandingan Spanyol vs Chili tetapi tidur lagi karena males.

Tak berapa lama kemudian si kakak muntah, sepertinya masuk angin. Ya memang akhir-akhir ini si kakak lagi batuk. Saya bantuin istri untuk mengganti bajunya yang penuh dengan muntah. Memberinya minyak telon di sekitar perut dan punggung. Walaupun lagi lemes, si kakak masih memperhatikan pakaian nya. Dia ga mau memakai baju pilihan saya, maunya baju coklat bergambar mobil pilihan dia. Duh anakku ini kayaknya mau jadi pembalap nih hahaha. Baguslah daripada suka kosmetik.

Jam menunjukkan angka 02.30, si kakak udah mulai lelap lagi. Saya tidak bisa tidur walaupun berbagai pose andalan sudah dikeluarkan. Kayaknya ini alamat harus menonton pertandingan Spanyol vs Chili.

Saya menyalakan TV lalu mencari chanel ANTV. Pertandingan sudah menunjukkan menit ke-19, sementara kedudukan masih 0-0. “Ga seru nih,” pikirku.

Tak berapa lama kemudian Alexis Sanchiz menyayat pertahanan Spanyol. Melakukan one two dengan vidal lalu ngasih umpan silang ke Charles Aranguiz. Charles tidak langsung melesakkan ke gawang tetapi mengoper ke samping dimana Vargas berdiri bebas. Dengan sigap iker Casilas menuutp pergerakan Vargas cuman sayang reaksinya kalah dengan kelincahan Vargas, skor pun berubah menjadi 0-1. Saya pun berniat untuk menonton sampai tamat.

adios espana

REUTERS/Dylan Martinez

Ketinggalan 0-1 dari Chile, membuat Spanyol menaikkan tempo. Jual beli serangan pun terjadi. Spanyol yang gigih membuka pertahanan Chile yang dikawal penjaga gawang Claudio Brav. Namun bukan manis yang didapat oleh Spanyol. Sebuah kesalahan penyelamatan Iker Casillas menghalau tendangan bebas Alexis Sanchez, dimanfaatkan oleh Aranguiz untuk menggandakan keunggulan Chile menjadi 0-2. Pil pahit pun ditelan oleh Spanyol.

Spanyol, di babak kedua nyaris memperkecil ketinggalan. Namun umpan tendangan salto dari Diego Costa gagal dimaksimalkan Sergio Busquet. Bola melebar beberapa inch dari gawang Bravo.

Chile pun sebenarnya bisa menambah keunggulan jika Isla bisa menyelesaikan umpan dari eugenio Mena. Proses serangan pun sama dengan gol-gol sebelumnya, pressing dengan ketat kemudian lancarkan serangan balik dengan mengandalkan kecepatan pemain sayap.

Pluit pun berbunyi menandakan berakhirnya pertandingan. Chile tersenyum karena peluang lolos ke babak selanjutnya terbuka lebar. Di lain sisi pemain Spanyol termenung seakan tidak percaya dengan realita harus angkat koper dari ajang 4 tahunan ini. Dan temen saya pendukung Spanyol besok pasti uring-uringan hehe.

Ya mungkin ini eranya tiki-taka pensiun. Kemarin saya berujar dalam hati, “saya akan nonton Spanyol vs Chile sampai habis, kalau Spanyol yang kalah”. Sekarang niat saya melihat kekalahan Spanyol terwujud.

Adios Espana

Hujan pada sore hari di Garut, 19 Juni 2014

Sate Matuh dan Barber Shop Papa Umar

Kemarin saya makan siang bersama teman di salah satu tempat makan di Garut. Namanya RM Sate Matuh. Lokasinya di jalan Cimanuk sebelah SDN Paminggir (dulunya SDN Leuwidaun), 50 meter dari Mal Garut. Menu yang disediakan di Rumah makan ini hanya sate dan gule kambing. Makanan yang cocok buat yang mau malem jumatan.

Saya makan di rumah makan ini karena direkomendasikan oleh temen kantor. Katanya sih enak,temen saya malahan sudah lama langganan kesini. Rumah makan ini harusnya sudah masuk legenda kuliner daerah Garut karena sudah lama berdiri dan banyak pelanggan. Sekitar 20 tahun yang lalu pemiliknya merintis usaha ini.

Sesampainya kita di tempat,kita disuguhi motor berjejer dan pengunjung yang hilir mudik. Tak heran pemiliknya yang sudah beruban kewalahan melayani pelanggan, walaupun ada sekitar 8 pelayan yang membantunya.

Kita mendapatkan kursi di pojok lantai 1. Ruangan dibagi dua lantai,perbedaan antar lantainya hanya 1 meter, tetapi ketinggian atap sama. Mungkin ruangan bawah adalah ruang tamu rumah yang dijadikan ruang makan karena halaman yang dijadikan tempat makan sudah penuh.
Sekitar 15 menit kita menunggu ,akhirnya pesanan sudah siap di depan mata. 10 tusuk sate kambing dengan bumbu kacang diatasnya. Sepiring nasi dan semangkuk acar mentimun, dan tak lupa apapun makanan nya, minumnya pake teh botol hehehe.

Yummi..gigitan pertama sangat menggoda,selanjutnya ya habiskan makanan haha. Tekstur yang lembut ,kematangan yang pas , dicampur bumbu kacang, menambah lezatnya rasa sate ini. Selain itu, aroma khas kambing seakan tidak tercium. Tak lupa teh botol nya diminum unutk mengiringi santapan terakhir.
Setelah menyantap semua hidangan,kita menuju kasir untuk membayar. 2 porsi sate kambing plus nasi plus the botol seharga Rp. 70.000. Harga yang seimbang dengan kelezatannya. Dan saya pun berniat mengajak keluarga untuk bersantap sate lagi di sini di lain waktu.

Kita pun bergegas ulang ke kantor. Tapi sebelum ke kantor, teman saya mengajak untuk potong rambut di Barber Shop Papa Umar. Saya memutuskan untuk iku karena ingin tahu seperti apa Lokasinya. Langsung aja kita memacu kuda besi ke tempat potong rambut karena takut kesiangan pulang ke kantor.
Barber Shop Papa Umar berlokasi di kawasan pertokoan IBC. 50 meter dari RM Sate Matuh. Terletak di kios ke 4 atau 5 dari gerbang parkir Jalan Pramuka. Ruko dominan cat putih dengan desain minimalis. Di dalamnya terdapat sekitar 6 kursi dengan deretan cermin setinggi 1 meter. Pegawai sekitar 8 orang memakai baju seragam merah.

Teman saya langsung menuju kursi . “model rambut seperti apa pak?” tanya tukang potong rambut. “potong rapi aja pak,model nya sama aja kayak ini,”sambil menyamankan duduknya. AC pun disesuaikan suhunya sesuai permintaan.

30 menit pun berakhir. Teman saya sudah agak meningkat kegantengan nya 5 %. Sambil cengengesan dia menuju ke ruang samping untuk keramas. Kayaknya enak sih potong rambut di sini. Temen saya aja sampai ketiduran pas dipijitin sama tukang cukurnya hahaha.

Lain kali saya mau berkunjung kesini , bawa anak juga sekalian. Karena disini ada potong rambut buat anak plus trik anak biar diam kalau potong rambut haha.