Selamat Datang Afdhal

Sore itu tanggal 26 April 2014 di RSU dr.Slamet Garut telah lahir anak ke-2 kami. Tepatnya jam 17.50 persis beberapa detik sebelum berkumandang adzan magrib. Berkelamin laki-laki dengan berat 3.6 kg dan panjang badan 50 cm. Bahagia tak terkira buat saya pribadi sebagai ayahnya yang tak terasa sudah dua kali saya mengumandangkan adzan ke sebuah “kaset” kehidupan sang anak.

Ceritanya bermulai pada sabtu dini hari. Pukul 01.00 istri membangunkan saya karena dia merasa ada cairan keluar. Mungkin cairan itu ketuban, berdasarkan analisa ngawur saya hasil dari searching di internet hahaha. Dengan sedikit panik saya membangunkan ibu mertua di samping rumah yang kebetulan kita bertetangga. Saya keluarkan mobil, karena panik ibu mertua nyuruh kakak ipar untuk memanggil bidan dan beberapa saat kemudian menelpon bibi untuk segera menyusul ke rumah bidan.

“Loh, koq disuruh manggil bidan sih”..kepanikan terjadi pada saat saya bertanya ke ibu mertua.”Oh gitu ya kirain mama mau manggil bidan“, kata mama.”Yaudah deh mama telpon si aa supaya balik lagi kesini“,tukasnya. Akhirnya beberapa saat kemudian mobil nyampe lagi di garasi. Padahal kata si aa dia udah nyampe rumah bidan dan ketok rumahnya eh udah disuruh balik. Ya memang kalo lagi panik apapun bisa terjadi. Fiuh..

Perlengkapan lahiran udah disiapkan dalam tas lalu saya pergi bersama ibu mertua dan istri. Kakak ipar bertugas menunggu anak pertama di rumah.

Beberapa saat kemudian sampailah di rumah bidan. Saya, istri dan mertua bergegas menegetuk pintu rumah bidan. Tak lama kemudian bidan membuka pintu. Istri saya dipapah ke ranjang pasien. Istri saya langsung diperiksa dan bidan menyimpulkan bahwa pembukaan 3 dan air ketuban masih bagus. Alhamdulillah..

Detik demi detik terasa lama. Istri yang agak cerewet dan selalu mendramatisir menambah kepanikan saya. Sempat bidan menyerah subuh itu dan mengusulkan ke RS namun saya menolaknya karena trauma dengan kelahiran anak pertama.

Ketakutan bidan akhirnya nyata. Jam 14.50 tiba-tiba air ketuban pecah banyak. Bidan tidak sanggup menangani dan menyuruh saya untuk membawa ke RS. Tanpa pikir panjang saya langsung membawa istri ke RS. Baru kali ini saya mengemudi dibawah tekanan. Rasa ingin cepat sampai dan kehati-hatian bercampur aduk. Aduh maaak semoga cepat lahiran.

Sampailah kita di RS jam 15.15 dengan rombongan panik. Tempat pertama adalah IGD lalu ke ruang bersalin. Progres kelahiran istri sudah masuk pembukan 8,tinggal menunggu waktu ntuk detik-detik kelahiran anak kami.

Akhirnya waktu yang ditunggu itu tiba. Setelah saya shalat ashar yang agak mepet ke Magrib, suster mengabarkan bahwa anak saya telah lahir. Sujud syukur pada-Mu ya Allah, alhamdulilah terucap di bibir. Tanpa pikir panjang saya langsung menghampiri anak ke-2 saya lau mengumandangkan Adzan di telinga kanan dan Iqomat di telinga kiri.

Alhamdulillah Ya Allah..semoga menjadi anak yang soleh berbakti kepada kedua orangtua, agama, bangsa dan negara. Semoga menjadi pewujud harapan kedua orang tuamu nak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s