Alhamdulillah, Akhirnya Saya Bisa Mengemudikan Mobil Dinas

Judul nya memang seperti orang yang putus asa kah?. Jawaban nya bisa iya bisa tidak. Iya karena saya baru mematahkan ketidak pedean saya mengemudikan mobil dinas. Sedangkan tidaknya karena ketentuan membawa mobil dinas di kantor saya tidak sehoror judul di atas.

Selasa, 24 Juni 2014 adalah kali pertama saya mengemudikan mobil dinas dengan rute lebih dari 10 km. Lucu memang kenapa prestasi seperti itu sampai harus heboh segala. Tapi ya buat hiburan sih gapapa saya ceritain di blog ini.

Awalnya bermula dari ketidak pedean memakai mobil plat merah. Konsekuensi yang membebani jikalau ada kejadian,baik itu kerusakan atau kehilangan, bisa memusingkan kepala. Bahkan karir pun bisa jadi terhambat.

“Wan besok kita ke lapangan, kamu bisa nyetir kan?” tanya atasan saya sehari sebelum berangkat.

“Siap bu..insya allah saya bisa!” dengan nada yang yakin walaupun dalam hati khawatir. Masalah bisa atau enggaknya pikir belakangan aja.

Selasa pagi itu hujan gerimis. Lengkap sudah nih pikirku. Suasana pagi yang dingin dengan tangan gemetaran. Tapi pikiran itu saya tepis dengan berdoa semoga selamat sampai tujuan dan kembali lagi ke kantor.

Kami bertiga meluncur ke parkiran. Mencari mobil dinas ber plat 309 lalu masuk kemudian menyalakan mesin. Saya berdoa sebentar sambil menunggu mesin panas. Hujan pun masih turun. Bismillahirahmanirrahim, kami pun berangkat dari kantor dengan jarum jam menunjukkan pukul 09.00

Tak berapa jauh dari kantor kejadian menarik pun menghiasi perjalanan kami. Walaupun sudah memiliki jam terbang selama setahun dengan mobil avanza, saya pun telat mengoper perseneling. Dengan tenang saya pun meyakin kan penumpang. “Lagi penyesuaian bu hehehe,” dengan cengengesan aku meyakinkan atasan. Alhamdulilah atasan nya memaklumi.

Kejadian lucu pun tidak satu kali. Saat mengisi solar di pom bensin, saya kebingungan mencari tombol pembuka klep. Akhirnya say nelpon temen di kantor dan tombol pun saya temukan. Tapi suara ketawa temen di seberang telpon tidak bisa diredam. Hahaha

Sehabis mengisi solar, saya menjalankan dengan penuh hati-hati, kalaupun tidak mau dicap penakut. Lebar jalan yang agak sempit disertai andong yang menghalangi. Walaupun banyak pemandangan yang menyegarkan mata tapi tidak bisa merayu mata saya. Walaupun pemandangan hamparan sawahnya mengalahkan Ubud Bali tidak bisa mempengaruhi saya. Bukan selera saya tinggi terhadap pemandangan alam tetapi keharusan saya konsentrasi mengemudi. Duh sedihnya..

Jam 10.15 kita sampai ditujuan. Salah satu toko pupuk di kecamatan Selaawi Kab.Garut tujuan kami. Setelah ketemu dengan pemilik, kita mengadakan wawancara terkait kepuasan layanan kantor kami. Panjang lebar obrolan kami mewarnai kunjungan itu. Setelah pamitan kita meluncur kembali ke kantor.

Perjalanan pulang terasa cepat. Mungkin karena saya sudah hapal rute atau sudah menguasai mobil ini. Kecepatan pun saya tambah dibanding waktu berangkat. Pemandangan ‘Ubud’ yang tadi terlewati, saya nikmatin sepuasnya. Kalaupun tidak malu dengan umur saya mau selfie dengan latar pemandangan itu. Berhubung waktu yang mepet, saya memacu kendaraaan ke kantor.

Akhirnya saya bisa dan pede mengemudikan mobil dinas.

Sore hari sebelum Ramadhan 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s