Jam 02.15 dan Kekalahan Spanyol

Malam tadi saya terbangun karena tangisan si kakak. Seperti biasa dia minta mimi. Udah saya buatin terus dikasih kemudian dia tidur lagi. Saya tarik selimut lagi berhubung jam masih menunjukkan angka 02.15. Ingat ada pertandingan Spanyol vs Chili tetapi tidur lagi karena males.

Tak berapa lama kemudian si kakak muntah, sepertinya masuk angin. Ya memang akhir-akhir ini si kakak lagi batuk. Saya bantuin istri untuk mengganti bajunya yang penuh dengan muntah. Memberinya minyak telon di sekitar perut dan punggung. Walaupun lagi lemes, si kakak masih memperhatikan pakaian nya. Dia ga mau memakai baju pilihan saya, maunya baju coklat bergambar mobil pilihan dia. Duh anakku ini kayaknya mau jadi pembalap nih hahaha. Baguslah daripada suka kosmetik.

Jam menunjukkan angka 02.30, si kakak udah mulai lelap lagi. Saya tidak bisa tidur walaupun berbagai pose andalan sudah dikeluarkan. Kayaknya ini alamat harus menonton pertandingan Spanyol vs Chili.

Saya menyalakan TV lalu mencari chanel ANTV. Pertandingan sudah menunjukkan menit ke-19, sementara kedudukan masih 0-0. “Ga seru nih,” pikirku.

Tak berapa lama kemudian Alexis Sanchiz menyayat pertahanan Spanyol. Melakukan one two dengan vidal lalu ngasih umpan silang ke Charles Aranguiz. Charles tidak langsung melesakkan ke gawang tetapi mengoper ke samping dimana Vargas berdiri bebas. Dengan sigap iker Casilas menuutp pergerakan Vargas cuman sayang reaksinya kalah dengan kelincahan Vargas, skor pun berubah menjadi 0-1. Saya pun berniat untuk menonton sampai tamat.

adios espana

REUTERS/Dylan Martinez

Ketinggalan 0-1 dari Chile, membuat Spanyol menaikkan tempo. Jual beli serangan pun terjadi. Spanyol yang gigih membuka pertahanan Chile yang dikawal penjaga gawang Claudio Brav. Namun bukan manis yang didapat oleh Spanyol. Sebuah kesalahan penyelamatan Iker Casillas menghalau tendangan bebas Alexis Sanchez, dimanfaatkan oleh Aranguiz untuk menggandakan keunggulan Chile menjadi 0-2. Pil pahit pun ditelan oleh Spanyol.

Spanyol, di babak kedua nyaris memperkecil ketinggalan. Namun umpan tendangan salto dari Diego Costa gagal dimaksimalkan Sergio Busquet. Bola melebar beberapa inch dari gawang Bravo.

Chile pun sebenarnya bisa menambah keunggulan jika Isla bisa menyelesaikan umpan dari eugenio Mena. Proses serangan pun sama dengan gol-gol sebelumnya, pressing dengan ketat kemudian lancarkan serangan balik dengan mengandalkan kecepatan pemain sayap.

Pluit pun berbunyi menandakan berakhirnya pertandingan. Chile tersenyum karena peluang lolos ke babak selanjutnya terbuka lebar. Di lain sisi pemain Spanyol termenung seakan tidak percaya dengan realita harus angkat koper dari ajang 4 tahunan ini. Dan temen saya pendukung Spanyol besok pasti uring-uringan hehe.

Ya mungkin ini eranya tiki-taka pensiun. Kemarin saya berujar dalam hati, “saya akan nonton Spanyol vs Chile sampai habis, kalau Spanyol yang kalah”. Sekarang niat saya melihat kekalahan Spanyol terwujud.

Adios Espana

Hujan pada sore hari di Garut, 19 Juni 2014